Pabrik senjata milik Junta diserang dengan artileri berat di Magway

Ansars

Anggota PRA-Magway terlihat membawa RPG  Gambar dari myanmar-now.org

Dua pabrik peralatan militer yang dijalankan oleh Kementerian Industri Pertahanan junta diserang dengan senjata berat oleh pasukan perlawanan di daerah Magway pada dini hari Kamis pagi.


Lokasi Magway Gambar dari Google Maps


Aliansi Revolusi Rakyat (PRA-Magway), tim pertahanan melawan pemerintah setempat, mengumumkan bahwa pada pukul 01.00 mereka telah menembakkan peluru artileri dari jarak dekat di blok pabrik ke-14 yang terletak agak jauh dari pusat kota. kota ini sekitar 18 km ke selatan.


Hercules, juru bicara PRA-Magway, mengatakan kepada Myanmar Now bahwa pasukan Burma yang ditempatkan di dalam tidak membalas tembakan.


"Kami bisa melihat ledakan terjadi di gedung-gedung dan gedung-gedung hancur, tapi mereka tidak melawan," katanya.


Dia memperkirakan biaya senjata dan amunisi yang digunakan dalam serangan itu, termasuk dua roket 107mm dan granat berpeluncur roket (RPG), lebih dari 25 juta kyat (hampir $12.000).


“Kami sangat khawatir bahwa kami tidak akan dapat memberikan hasil yang sepadan dengan biaya serangan, jadi kami bersiap dengan sangat hati-hati untuk menyerang tepat di tempat yang dibutuhkan,” kata Hercules. 


Fasilitas itu terkenal memproduksi bubuk mesiu yang memasok militer, tambahnya.


Demikian pula, Pabrik Alutsista ke-12 di kota Thayet, lebih dari 160 kilometer selatan Ngape, juga diserang sekitar pukul 02.00.


Ko Myat, petugas informasi dari Batalyon ke-4 People's Defence Force Distrik Thayet (PDF) sebuah unit yang dikenal sebagai Eagle Force mengatakan bahwa kelompok tersebut menghantam lokasi dengan dua roket 90 mm, tetapi hanya satu yang meledak.


"Kami masih menunggu konfirmasi dari militer di lapangan tentang penghancuran bangunan tersebut," katanya seraya menambahkan bahwa pasukan militer di pabrik juga tidak melakukan pembalasan.


Tabung rakitan dan mortir 90mm dari Batalyon ke-4 Distrik Thayet PDF, yang dikenal sebagai Pasukan Elang Gambar dari myanmar-now.org

Fasilitas 12, terletak di dekat desa Thanpayakan, 16 km sebelah barat kota Thayet, memproduksi mortir dengan ukuran mulai dari 60 hingga 120 mm.


Eagles Force, kelompok yang menyerang pabrik, juga dikatakan telah menyergap kantor polisi di desa Ye Myat, juga di Thayet, menggunakan bom yang dipasang drone sekitar pukul 07.00 Kamis.


Berbagai macam senjata dari amunisi hingga senjata anti-pesawat dibuat di 25 pabrik yang dijalankan oleh Departemen Industri Pertahanan Umum militer, yang dikenal secara lokal dengan inisial Ka Pa Sa dalam bahasa Burma.


Menurut juru bicara PRA-Magway Hercules, 15 dari pabrik ini berlokasi di Magway, 7 di Bago, 2 di Naypyitaw dan 1 di Yangon, dan beroperasi di jaringan dan rantai pasokan yang sama.


“Setiap pabrik alutsista di junta bergantung satu sama lain, dan menghancurkan salah satunya akan mengganggu jalur produksi alutsista. Saya yakin itu akan menyebabkan mereka banyak kesulitan,” ujarnya seraya menambahkan bahwa pabrik di tempat lain di negara bisa merasakan dampak serangan di situs Magway. Pada saat penulisan, Myanmar Now tidak dapat memverifikasi tingkat kerusakan dalam dua serangan tersebut.


Dewan militer tidak merilis informasi tentang insiden tersebut.


Pada bulan April tahun lalu, tiga truk yang membawa senjata dari Pabrik Thayet No. 12 disergap oleh anggota Pauk Township PDF, yang menyita rampasan tersebut.


https://myanmar-now.org/en/news/junta-weapons-factories-attacked-with-heavy-artillery-in-magway